BANTEN

Tangkapan Nelayan Pandeglang Pascatsunami Meningkat

Tangkapan nelayan pantai Kabupaten Pandeglang pasca-tsunami cenderung meningkat.

SuaraAgribisnis.com, Pandeglang – Tangkapan nelayan pantai Kabupaten Pandeglang pasca-tsunami cenderung meningkat sehingga kegiatan perekonomian masyarakat pesisir cukup membaik.

“Kami sepekan melaut bisa menghasilkan tangkapan ikan hingga 13 ton dari sebelumnya empat ton,” kata Aang (50), seorang nelayan Panimbang,Kabupaten Pandeglang, Kamis (2/5/2019).

Meningkatnya tangkapan ikan itu tentu pendapatan ekonomi nelayan cukup baik dan mereka pulang ke rumah bisa membawa uang Rp3 juta per pekan. Mereka para nelayan kapal cantrang jika melaut satu pekan membawa perbekalan untuk kebutuhan makan, minum, kopi,rokok dan lainnya.

Sebagaimana diketahui, nelayan kapal cantrang sekali melaut membutukan dana operasional hingga sekitar Rp40 juta.

Namun, beruntung pascatsunami produksi tangkapan ikan melimpah dan menguntungkan hingga 100 persen. “Kami merasa terbantu pendapatan sebesar itu karena bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga,” kata Aang.

Begitu juga Sarman (55), seorang nelayan TPI Labuan mengaku dirinya selama dua bulan terakhir pendapatan tangkapan nelayan cukup melimpah, terlebih cuaca di Perairan Labuan cukup baik.

Tangkapan nelayan pesisir Lebak sejak dua bulan terakhir meningkat hingga mencapai sekitar 10-15 ton/pekan untuk kapal cantrang. Diperkirakan meningkatnya tangkapan ikan itu karena faktor cuaca membaik juga adanya penyaluran bantuan sarana alat tangkap.

Selama ini, perguliran ekonomi masyarakat pesisir Pandeglang menggeliat dengan meningkatnya tangkapan nelayan. Pendapatan tangkapan nelayan dipastikan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sebagian besar kehidupan masyarakat pesisir itu mengandalkan ekonomi mereka dari hasil produksi tangkapan. Produksi tangkapan ikan,selain dijual ke pasar juga dikelola menjadi aneka kerajinan, seperti abon ikan, baso ikan dan kerupuk ikan.

“Kami selama dua bulan terakhir ini bisa mengumpulkan uang pendapatan melaut Rp13 juta, padahal sebelumnya Rp3 juta,” ujar Sarman.

Sementara itu, Yamin, petugas TPU Labuan mengatakan meningkatnya tangkapan itu karena nelayan menggunakan kapal di atas 20 GT dan mereka melaut selama dua pekan untuk mencari ikan di wilayah kawasan Zona Ekonomi dengan jarak 50 mil dari pesisir pantai.

Para nelayan menangkap ikan-ikan sekitar bagan atau rumpon yang dibangun oleh nelayan juga perusahaan besar dari Jakarta.

Selama ini, jumlah rumpon yang dipasang di kawasan Zona Ekonomi menyumbangkan produksi tangkapan nelayan. “Sekarang,nelayan berani melakukan tangkapan ikan ke tengah laut karena menggunakan kapal berkapasitas di atas 20 GT,” katanya menjelaskan.

Berdasarkan pantauan, nelayan di sejumlah tsempat pelelangan ikan di pesisir Pandeglang tampak ramai dipadati pembeli partai besar,tengkulak, perajin ikan asin,bakulan hingga luar daerah.

Kebanyakan tangkapan ikan bebituna, kue, cakalang, tuna, pari, tangkurung, siki nangka, bawal laut, layang gede, tongkol,kakap, dan layur. (man)

KONTAK REDAKSI

Media Suaraagribisnis.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : forumagribisniscom@gmail.com dan redaksi@suaraagribisnis.com atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top