HORTIKULTURA

DPR : Soal Kenaikan Harga Pangan, Pemerintah Harusnya Sudah Antisipasi

Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo.

SuaraAgribisnis.com, Jakarta – Kenaikan harga pangan merupakan suatu pola yang berulang menjelang puasa Ramadhan hingga periode Lebaran nanti, sehingga pemerintah seharusnya sudah bisa mengantisipasinya dengan baik setiap tahun, kata Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo.

Rahmad Handoyo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (9/5/2019), mendorong pemerintah melakukan langkah yang dianggap perlu untuk menstabilkan harga sembako karena merupakan masalah tahunan yang wajar mengingat masa puasa Ramadhan sampai Lebaran biasanya kebutuhan dan konsumsi masyarakat terhadap pangan meningkat.

“Kenaikan harga seharusnya sudah bisa diantisipasi oleh pemerintah dan petani, jika menjelang bulan Ramadhan maka kebutuhan-kebutuhan pangan sudah disiapkan oleh mereka. Sehingga pada saat seperti sekarang ini tidak mengganggu psikologis pasar kita,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa Satgas Pangan dinilai perlu untuk dibentuk guna memastikan tidak adanya pelaku usaha yang memanfaatkan kesempatan dengan menimbun stok berlebihan.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan jajaran pemerintah terutama Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap menjaga harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran.

“Kita perlu mengantisipasi kondisi tersebut sejak jauh-jauh hari agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa terbebani naiknya harga pangan atau kelangkaan barang,” katanya usai memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran di Bandung, Jawa Barat, 20Maret 2019.

Sementara itu Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Muhammad Diheim Biru menyatakan bahwa fenomena tingkat harga pangan yang mahal di tengah masyarakat merupakan indikasi dari adanya kesenjangan antara produksi pangan dengan pemenuhan pangan warga.

“Indikator harga mahal pada daging, gula, dan beras menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara produksi pangan domestik dengan pemenuhan kebutuhan di pasar,” kata Muhammad Diheim Biru.

Menurut Diheim, kalau kebijakan pangan terus dibatasi,serta tidak dilakukan upaya penyederhanaan rantai distribusi dan masih adanya pembatasan peran swasta di pasar, maka harga pangan kemungkinan akan tetap tinggi karena kesenjangan tadi. (mrr)

KONTAK REDAKSI

Media Suaraagribisnis.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : forumagribisniscom@gmail.com dan redaksi@suaraagribisnis.com atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top