PERTERNAKAN

Harga Daging Impor di Pasar Tradisional Bekasi Mulai Naik

Harga Daging sapi impor dari semula Rp70.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram.

SuaraAgribisnis.com, Bekasi – Sejumlah pedagang daging sapi impor di Pasar Baru Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai menaikkan harga jual sekitar 13 persen sejak awal Ramadhan, Senin (6/5/2019).

“Harga mulai naik sejak Ramadhan sekarang adalah daging sapi impor dari semula Rp70.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram,” kata pedagang daging sapi Wawan di Blok B Pasar Baru Kota Bekasi, Jumat (10/5/2019).

Menurut dia, kenaikan harga daging impor berkisar 13 persen itu terjadi karena peningkatan permintaan konsumen selama Ramadhan 1440 Hijriah/2019 Masehi.

Peningkatan harga itu terjadi pada varian daging yang diimpor asal India dan Australia melalui pihak distributor di Pulogadung, Jakarta.

“Daging impor ini didatangkan ke Pasar Baru Bekasi sejak April akhir 2019. Harganya memang sudah naik dari sananya,” katanya.

Hal serupa dikatakan Ajat pedagang daging sapi di Blok B1 Pasar Baru. Menurut dia, kenaikan harga daging impor merupakan situasi rutin yang biasa terjadi selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

“Kenaikan sekitar Rp10.000 untuk daging impor ini kelihatannya wajar terjadi setiap bulan puasa. Pedagang hanya menyesuaikan saja kenaikan harga dari distributor supaya tidak rugi,” katanya.

Ajat menambahkan, untuk jenis daging sapi lokal hingga saat ini belum terpengaruh oleh kenaikan harga selama Ramadhan.

Daging sapi lokal yang didatangkan dari Nusa Tenggara Timur, Bali dan sebagian daerah di kepulauan Jawa dibanderol seharga Rp120.000 per kilogram.

“Harga daging sapi lokal masih relatif stabil karena pasokan masih aman,” katanya.

Sementara untuk daging ayam juga mengalami kenaikan harga di Pasar Baru Bekasi, dari semula Rp48.000 menjadi Rp52.000 per kilogram sejak awal Ramadhan.

Ayam fillet merupakan bagian dada dari tubuh ayam yang dipotong menjadi beberapa bagian oleh pedagang serta dibersihkan kulitnya.

Sementara untuk harga ayam hidup justru turun dari Rp32 ribu pada pertengahan April 2019 menjadi Rp30 ribu selama Ramadhan.

Pedagang di pasar tersebut menepis anggapan bahwa kenaikan harga daging ayam fillet merupakan siasat pedagang untuk menaikan harga jual kepada konsumen selama Ramadhan.

“Peternak ayam sudah dikasih harga sama agen distributor, sehingga harga yang sampai ke pedagang di pasar ini sesuai dengan harga agen,” kata pedagang ayam di Blok A Pasar Baru Kota Bekasi, Zein.

Ayam yang dia jual dipasok dari sejumlah peternak di Purwakarta dan Cirebon, Jawa Barat. (ahm)

KONTAK REDAKSI

Media Suaraagribisnis.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : forumagribisniscom@gmail.com dan redaksi@suaraagribisnis.com atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top