PERTERNAKAN

Harga Telur Ayam Stabil, Tapi Penjualan Sepi

Harga telur ayam masih betah di Rp 25 ribu per kilogram

SuaraAgribisnis.com, Jakarta – Harga telur ayam masih betah di Rp 25 ribu per kilogram (kg) Angka ini tak berbeda jika dibandingkan dengan harga pada pekan kemarin. Pedagang pasar menyebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir penjualan telur tak begitu menggairahkan atau sepi pembeli.

“Harga telur habis Lebaran naik lagi. Sekarang Rp 25 ribu (per kg),”ujar Yuni (23) kepada Liputan6.com, Senin (8/7/2019) di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat.

Ia menyebut sebelumnya harga telur masih Rp 24 ribu per kg. Yuni menyebut penjualan sedang sepi dan ini tak terlepas dari faktor tahun ajaran baru. “Ini lagi sepi banget faktor baru masuk sekolah,” tuturnya.

Untuk jenis telur lain, Yuni menjual telur ayam kampung seharga Rp 2.800 per butir untuk yang merah, dan telur bebek stabil seharga dengan harga Rp 3.000 per butir.

Penjual lain, Martini (50), berkata harga telur ayam stabil di nominal Rp 25 ribu per kg. Ia juga menyebut penjualan sedang menurun karena faktor musim tahun ajaran baru.

“Sepi dari mulai pertengahan Juni, puncak-puncaknya ini Juli ini. Mulai kendor, sepi. Enggak terlalu ramai,” jelasnya kepada Liputan6.com

Wanita berkacamata itu menjual telur ayam kampung merah seharga Rp 2.500 per butir, telur puyuh seharga Rp 35 ribu per kg, dan telur bebek seharga Rp 3.000 per butir.

Pada pekan lalu, harga telur ayam ras di Pasar Rumput, Manggarai, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan terpantau naik. Menurut penuturan Kiki (26), kenaikan harga telur ayam ras tersebut telah terjadi mulai 1 Juli 2019.

“Telur ayam ras per kilogram (kg) mulai naik sejak Senin 1 Juli 2019. Sampai sekarang masih tinggi yaitu Rp 25 ribu per kg,” jelasnya kepada Liputan6.com, Jumat (5/07/2019).

Setali tiga uang, harga telur puyuh juga melonjak. Kenaikannya mencapai 6,6 persen. Telur Puyuh yang biasanya dijual seharga Rp 30 ribu per kg, sekarang dibanderol Rp 32 ribu per kg.

“Telur Puyuh harganya naik drastis sejak tanggal 1 Juli. Biasa Rp 30 ribu satu kilonya. Sekarang menjadi Rp 32 per kilo gram,” ucapnya.

Menurut Kiki, melonjaknya harga telur lantaran berkurangnya pasokan dari Jawa Tengah. Daerah tersebut dikenal sebagai salah satu penyuplai kebutuhan telur di Ibu Kota. Sementara itu, permintaan terhadap telur tinggi.

Ia mengatakan, berkurangnya suplai telur dari Jawa Tengah karena di daerah tersebut sedang banyak hajatan. Sehingga, supplier telur lebih banyak memasok untuk memenuhi kebutuhan di wilayah tersebut.

“Banyak hajatan di daerah. Jadi telur sudah habis dibeli masyarakat di daerah. Akibatnya pasokan untuk Jakarta berkurang,” tutupnya. Seperti dikutip Liputan6.com. (*)

KONTAK REDAKSI

Media Suaraagribisnis.com menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : forumagribisniscom@gmail.com dan redaksi@suaraagribisnis.com atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top